“Ya Rasulallah, aku telah menikah!”, katanya dengan tersenyum. Ya,
menikah dengan wanita Anshar yang jelita dan anggun. Beliau menikahi wanita
Anshar setelah sebulan berada di Madinah. Maharnya emas seberat biji kurma.
Walimahnya dengan menyembelih domba. Dari Makkah, beliau hijrah ke Habasyah,
lalu kembali ke Makkah, dan pada hijrah yang ke dua dari Makkah ke Madinah.
Beliau masuk Islam sejak awal sekali, diajak oleh Abu Bakar, tidak sedikitpun
cahaya tertutup darinya, tidak ada keraguan sedikitpun, dan beliaupun dijamin
masuk surga oleh Rasulullah. Tetapi, beliau akan masuk surga dengan merangkak.
Siapakah beliau??
Pastilah kita tahu, Abdurrahman bin Auf. Seorang saudagar muslim yang
kaya raya. Yang ketika Rasulullah bersabda bahwa beliau akan memasuki surga
dengan merangkak, beliau tidak lupa untuk menyedekahkan harta yang dimiliki
untuk kepentingan umat. Abdurrahman bin Auf pernah menjual tanahnya senilai 40
ribu dinar atau setara dengan Rp 42.500.000.000. Uang itu beliau gunakan untuk keluarganya
dari keturunan bani Zuhrah, juga kepada Ummul Mukminin dan para fakir miskin.
Selain itu, ia pernah menyumbangkan 500 kuda untuk kepentingan pasukan perang.
Karena tingginya kedermawanan, ada yang mengatakan, “seluruh penduduk Madinah
menikmati kekayaan Abdurrahman bin Auf. Sepertiga kekayaan dipinjamkan kepada
mereka. Sepertiga lagi untuk membayar hutang hutang mereka. Sepertiga lagi
dibagi bagikannya kepada mereka.”
Begitulah, Abdurrahman bin Auf, semua kewajiban agama ditunaikan dan
sukses di bidang bisnis. Jika tidak sedang shalat di masjid atau berperang,
maka ia sibuk dengan bisnis yang sukses. Beliau sendiri pernah berkata, “aku
heran terhadap diriku sendiri. Seandainya aku mengangkat batu, di bawahnya aku
temukan emas dan perak.” Yang menjadikan bisnis beliau sukses dan berkah adalah
karena ia selalu memperhatikan kehalalan bisnisnya. Bahkan, ia tak mau melakukan
yang syubhat (tidak jelas halal dan haramnya).
Pada tahun 32 Hijriah dalam usia 75 tahun, beliau meninggal dunia. Sebelum
meninggal, ummul mukminin Aisyah ra menawarkan beliau jika beliau
menghendakinya akan dikuburkan di sisi Nabi Muhammad saw, Abu Bakar dan Umar. Namun,
dengan suara rendah, beliau menjawab bahwa beliau malu jika diberi kedudukan
sedemikian tinggi untuk disejajarkan dengan Rasul. Abdurrahman bin Auf
dimakamkan di Baqi dan di sembahyangkan oleh sayyidina Utsman bin Affan, Zubari
bin Awwan dan sahabat lainnya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar