dulu, dimana kita selalu bercanda dan tertawa
kini, tinggal aku sendiri, menatap kepingan hati yang sulit melepas
melepasmu yang kuusahakan semampu aku
namun tetap saja ku
katanya, obat untuk hati yang terluka itu menerima
menerima bahwa sudah tidak bersama
Ah penerimaan..
memang terdengar mudah, tapi kau tahu
itu sangatlah sulit
beberapa cabang hati ini tidak terima
beberapa cabang hati ini masih tidak rela
masih bertanya, mengapa ini terjadi
terkadang aku iri
iri dengan mereka yang masih bisa bersama
ternyata kebersamaan dengan orang yang dikasihi itu patut disyukuri
mungkin ada sisi lain di hati kita yang ingin pulang
pulang ke pemilik aslinya
pemilik yang tanpa kita sadari selalu menunggu
Sang Pemilik Hati yang meminta kita bersabar sedikit lagi
"nanti dulu", begitu barangkali
atau "bukan dia orangnya"
Memang kita tidak tahu masa depan
semua masih tanda tanya
prasangka yang kita pikirkan pun masih belum jelas
Namun bukankah yang bisa kita lakukan hanya berprasangka yang baik seperti dalam surat cintaNya





