Untuk dia yang telah hadir, kemudian pergi
Aku tak tau mau menulis apa
Segala rasa bercampur menjadi satu
Sedih yang takhenti membuat kuberpikir
apa aku yang tak layak mendapat dirinya
atau dirinya yang terlalu istimewa hingga tak bisa kugapai
Mulai dari awal, ketika pertama bertemu
Senyumnya yang tak kuperhatikan,
Hingga akhirnya bisa bersama
Kukira, kebersamaan ini akan selamanya
Tapi ternyata kenyataan berkata lain
hari hari yang kulalalui bersamanya
kini menjadi sendiri
setiap kudengar dering telepon
kukira dia, tapi bukan
entahlah hingga kapan aku harus begini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar