Kisah cinta seperti apa yang kita inginkan?
Seperti kisah cinta Qais (majnun) dan Laila, atau Romeo dan Juliet versi shakespeare?? Atau kisah cinta agung yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw dengan Siti Khadijah ra?
Masing masing dari kisah tersebut memiliki "keunggulannya" masing masing tergantung dari sudut pandang mana yang kita jadikan acuan.
Qais si majnun (gila) yang tergila gila dengan Laila. Qais yang rela hidup menyendiri karena tidak mendapatkan cintanya. Laila yang hidup merana karena hidup bersama lelaki yang tidak pernah dicintainya. Hingga pada akhirnya mereka meninggal dengan tragis.
Romeo dan juliet yang mati bersama karena meminum racun.
dan kisah terakhir, seperti kisah cinta Nabi Muhammad dengan Siti Khadijah ra. Pernikahan agung sepanjang masa. Kisah yang sampai saat ini akupun menggaguminya. Maisaroh sebagai makcomblang cinta agung mereka. Seringkali kalau membaca sirah Nabi Muhammad, dibuatnya aku tersenyum. Aku iri dengan keseriusan Nabi dalam meminang Siti Khadijah, meskipun umur mereka terpaut jauh, namun itu tidak menghalangi mereka menikah.
Mungkin beda cerita beda muara cinta. Kalau muara cinta kita manusia, yang katanya cinta itu suci, namun "dibumbui" dengan yang haram, sama saja menjadikan cinta yang katanya suci itu ternodai. Namun, beda cerita jika muara cinta kita adalah cinta Sang Pemilik hati.
Jika muara cinta kita bukanlah Sang Pemilik Hati, tentu banyak diri melankolis yang hancur karena cintanya "patah", baik patah karena terpaksa atau sengaja (ditinggalkan). Barangkali, dengan kita patah hati, Sang Pemilik Hati ingin menyadarkan kita bahwa begitulah hasil jika berharap pada selainNya. Mungkin juga Sang Pemilik Hati "cemburu" karena Dia sudah tidak berada pada tingkat tertinggi di hati kita. Atau mungkin juga, Dia rindu dengan suara rintihan kita padaNya. Atau mungkin ingin menyelamatkan kita dari hal yang buruk ke depannya.
Hati yang terkoyak memang butuh waktu untuk menerima. Menerima kenyataan bahwa memang itulah yang terjadi. Memang itulah yang ditakdirkan oleh Sang Pemilik Hati. Memang kita berencana untuk menikah dengan pilihan kita, namun mungkin terkadang kita lupa bahwa keputusan akhir itu ada pada Sang Pemilik Hati. 😊